Page Of Journey: Life Goes On, Mafaka
Setiap orang memiliki masalah masing-masing dalam menghadapi waktu, ah bukan waktu, melainkan Sang Waktu, yang berbicara tentang banyak cerita mulai dari asal-usul manusia, peperangan, sampai kematian, dikisahkannya dalam bentuk kenangan dan juga sejarah yang banyak diabadikan ceritanya. Kisah kehidupan bisa dilihat dalam sepak terjang sesorang setelah kematiannya, meninggalkan cerita yang banyak diperhatikan atau hanya sekedar numpang dalam entitas kehidupan. Seorang Adolf Hitler,meskipun dalam kasusnya dia melakukan kejahatan genosida terhadap jutaan kaum Yahudi, ia akan selalu diingat oleh banyak orang dalam segi kejahatannya. Hidup hanya seputar waktu dan kenangan, masa depan tak termasuk dalam kehidupan karena itu misteri dan rahasia Tuhan saja.
Sepagi ayam berkokok, Fahrush bangun dalam posisi sulit, karena sebuah alasan bernama anemia yang selalu menghantui paginya, membuatnya harus terduduk lama sembari menunggu aliran darah benar-benar mengalir rata ke seluruh penjuru badannya. Sebuah ritual dilakukannya dengan membasahi kedua wajahnya, tangannya sampai rambut dan terakhir kaki kirinya, menyambut pagi dilakukan dengan adegan yang sama. Berniat agar tak terlambat untuk masuk ke dalam dialektika kelas paginya, maka ia menyiapkan kendaraan berat kesayangannya, Yamaha Byson alias kebo pacunya. Dalam benaknya hanya satu yang ia pikirkan, secepatnya masuk kelas dan tidak terlambat.
Mandi pagi, buang timbunan sisa respirasi, lalu berganti pakaian yang telah ia kenakan sehari, menyemprotkan banyak parfum tubuh, bersiap untuk sarapan. Spesialisasinya adalah nasi goreng, tapi hanya satu tipe nasi goreng yang ingin dicobanya, nasi goreng babi. Mustahil dilakukannya, mengingat ia masih punya cukup iman untuk menjauh dari segala yang diharamkan. Seusai makan, pergi kembali ke kakus untuk membersihkan giginya serta mengambil segala kekurangan yang dapat membuatnya terbelakang jika tertinggal barang satu pun.
"Kelas diundur jam setengah empat sore"
Pesan masuk yang benar-benar membuat seisi badannya mendadak terkulai, memikirkan segala yang telah ia lakukan pagi itu serasa sia-sia belaka, kemudian membandingkan nasibnya jika pesan tersebut masuk kedalam bola matanya pukul empat pagi, bukan setengah enam seperti ini, pasti dia akan lebih leluasa menutup mata melanjutkan mimpi indahnya. Entah apa yang membuat manusia satu ini sebal sekali hingga ia tak sengaja menyenggol gelas kaca di sampingnya sampai berkelontang jatuh pecah berkepingan tak tentu.
Semua hal yang ada didunia ini berisi ketidakpastian, tentang tanda tanya yang banyak sekali berada disekitar, dan juga kepastian serta jawaban yang tidak tentu kebenaran akannya. Kehidupan ini adalah keniscayaan, tentang waktu dan kepastian, akan janji dan pembuktian, serta manis dan pahit bergentayangan. Komponen pembentuk diri waktu terdiri dari manusia itu sendiri, bagaimana merayakan yang telah diberikan, sah saja menggunakannya untuk bereuforia tanpa batas dan melupakan realitas, itu anugerah masing-masing individu dari Tuhan yang tidak bisa ditarik atau diulang.
Satu hal yang selalu diabaikan, waktu terus berjalan tanpa berhenti, dia melumat segalanya. Sifat jahatnya bahkan bisa memengaruhi manusia, seperti tabrakan jadwal dan lain sebagainya. Dia hanya ciptaan, sama seperti kita, menyembah Tuhannya dengan cara berjalan bersisian dengan ciptaan lainnya. Plot yang terjadi bisa sesuai ekspektasi, bisa juga tidak memenuhi mimpi, antagonis sistem atau protagonis sistem tetap berlaku baginya.
Yang terjadi harus dijalani, walaupun terasa menyebalkan untuk dilakukan.
Life Goes On, Motherfucker...

Komentar
Posting Komentar