Mindwalker: Suffering Miserable Death



Anyway, judul diatas diambil dari perkataan Yu Zhong dalam game mobile Mobile Legends: Bang Bang 

Awalan kata dalam judul bertaut dengan hidup disini, saat tidak ada uang untuk makan diluar, tak ada waktu untuk bersantai, tak ada jalan pintas menuju banyak orang. Gambaran Suffer diawali dengan kedatangan yang bergelimang harta dan kuota internet, disertai dengan kebodohan yang benar-benar diluar dugaan, menghabiskannya dalam rentang waktu yang singkat tanpa jeda sedikitpun. Penyesalan tak langsung datang, ia jenis yang tega mengahabisi dalam kecemasan di saat-saat terakhir beranjangsana bersama gelimang kenikmatan.

Perasaan manusia tentang kenikmatan memang selalu mengikuti. Saat dimana ia bosan dengan sesuatu, maka ia mencoba naik sedikit mencari nikmat lainnya, tak pernah puas juga tak terbalas. Waktu tak bisa diam saja, menunggu manusia itu tetap ditempatnya, dia juga menyaksikan, mengiringi, mengelabui dan memberikan kepastian yang tidak pasti dia tepati. Memang agak lain benda satu ini, di sisi yang berlawanan, dia adalah kawan setia penuh moral yang selalu mengingatkan agar jangan menyalahi aturan tapi justru dia sendiri yang berkhianat kepada kawannya, manusia tadi.

Fahrush mengawalinya dari uang saku yang diberikan oleh ayahnya, ia gunakan untuk keperluan yang tidak berguna, membuangnya tanpa memikirkan kedepannya, melarutkannya dalam kenikmatan sesaat yang kemudian disesalinya. Ia berharap kepada uang, perbuatan yang salah, karena i yakin suatu saat ketika uang yang pertama telah usai, uang kedua akan datang mengambil alih kebosanannya. Kebodohan yang sangat amat keterlaluan. Ia lupa satu hal, ia bukan lahir di keluarga kaya raya yang setiap bulannya uang datang seperti lautan kendaraan pada jam 5 sore di Yogyakarta, mengalir padat.

Mau tak mau ia harus berkutat dengan suatu hal yang asing baginya, bekerja. Pagi hingga matahari berada di ubun kepala, ia berkutat dengan Grammar, Narative dan lain sebagainya, sore hari berganti menjelma menjadi pegawai di toko milik kakaknya. Suffer yang datang, memberikannya pelajaran akan pentingnya apa itu kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan yang diutamakan dan keinginan yang dipendam. Kebutuhan saja banyak yang belum tercukupi, bagaimana mungkin keinginan bisa dituruti?

Karena Fahrush juga manusia yang apa adanya, banyak minta kepada Tuhan agar dibelikan mobil bagus, maka bersholawatlah ia sebanyak-banyaknya, karena menurutnya dapat memberikan kasih sayang Tuhan, Tuhan bersholawat kepada Muhammad, maka Fahrush mengikuti apa yang telah di lakukan oleh Tuhannya. Saat kendaraan Civic bertype Racing Standard melintas disampingnya, bibirnya tak henti mengucapkan sholawat, malah lebih keras lagi saat kendaraan itu berpapasan dengannya di lampu merah Prapatan Pingit yang masyhur akan lambatnya lampu berubah dari merah menuju hijau. Semua dilakukannya agar sejahtera akalnya, dipuaskan oleh harapan kepada Tuhannya yang menjamin akan hamba-Nya.

Upaya menghindar dari Suffer selalu dilakukan manusia, berharap agar hidup enak saja, tak usah banyak kerja, apapun yang dimau pasti ada. Tapi itulah Suffer, sifat wajib manusia yang diberikan oleh Tuhan. bahkan seorang Nabi pun tetap harus menyiarkan perintah yang telah diberikan kepadanya, bergerilya siang dan malam menyebar luaskan kebenaran. Lelah? Sudah pasti terjadi, itu wajar sekali, yang tak pernah lelah hanya Tuhan dan kehendak-Nya, kita hanya hamba, mengeluh itu boleh, menyerah itu jangan.

Suffering adalah jalan kehidupan. Manusia memiliki jalan yang lurus, hanya saja jalan lurus itu tak selalu mulus. Kerikil tajam menanti, batu besar menari, tembok kokoh kebal aksi, sampai yang paling berbahaya yaitu jalan bercabang yang membuat manusia oleng dari visi dihadapannya dan berbelok melewati arah lain, wrong way. Tak ada yang tau banyaknya rintangan, bertanya kepada Tuhan pun mungkin akan dijawab, jalani saja itu yang sudah-Ku buatkan, karena Tuhan bukan Modin yang memberikan contekan saat Munkar-Nakir datang memberikan pertanyaan. 

Himbauan untuk kita, maksimalkan titipan yang ada, juga jangan lupa sisihkan kebahagiaan setelah kebutuhan terpenuhi, sedikit menuruti keinginan tanpa hilang kendali. Yang khusus buat Fahrush, inilah jalan Sufferingmu sekarang, entah ada apa besok pagi

idk

Yogyakarta, Loteng
110922/01.20

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Page of Journey: Arketip Mahasiswa Akhir

Mindwalker: Pengabdian KKN Dalam Perspektif Marxisme

Page of Journey: Semester 6