Mindwalker: Overhoping









Hebat sekali bisa berharap kepada sesuatu yang tidak pasti, mungkin yang terlintas dalam benaknya hanyalah kepastian yang nantinya akan terasa manis. Semua hal terjadi, harapan yang disemai, ketakutan akan sesuatu, sampai suatu titik semua harapan yang telah ditanam tak melulu akan berakhiran indah. 

Harapan terasa mudah saat dibayangkan, selalu mudah untuk dikatakan, terlalu gampang untuk ditanam, sampai akhirnya hanya harapan yang kosong tanpa isi. Terlalu muluk harapan dalam bayang, menuliskannya diujung goresan pena tanpa tinta dalam akal bayang, membuatnya kecanduan akan kebohongan sesaat, penuh kepalsuan dalam harapan segala tentangnya hanya angan.

Aku menyebutnya terlalu, berharap kepada sesuatu melebihi kapasitasnya. Keterlaluan sekali harapan yang ditanamnya, tanpa memastikan akan hal yang bakal terjadi ke depannya. Selalu salah memandang harapan seakan hal itu sepenuhnya akan terwujud sendirinya, lain waktu akhirnya terjadi penyesalan karena terlalu dalam menanam benih tanpa wujud tersebut. Harapan yang ditanam terlalu lama tanpa ditunaikan berbuah busuk yang memiliki rasa penyesalan di dalam setiap tangkainya.

Aku menjalani banyak harapan dalam hidupku. Menenggelamkannya dalam hati, membiarkannya membius penuh dosis mematikan untukku. Menikmatinya dalam perasaan saat hormon dopamin mengambil alih puncak kenikmatan yang begitu hebat. Kecanduan akan harapan membuatnya seperti seorang pemakai narkoba ditengah konflik hati yang bergelombang seperti badai di tengah luas laut. Dua hal yang berdekatan tapi tak serupa; Narkoba dengan harapan akan memberikan rasa kenikmatan bagi para pemakainya dan Harapan yang datang meningkatkan perasaan bahagia bagi pemakainya dan berakhir tragis begitu tahu hasil tak sesuai dengan ekspektasi.

Harapan itu baik, sangat baik ketika berharap secukupnya, lalu melakukan usaha sesuai dengan takaran porsinya. Lebih baik lagi mencantumkannya dengan sedikit ekspektasi dan melebihkan kenyataan bahwa segala sesuatu takkan selalu segaris lurus dengan harapan yang telah ditiup. Menikmati kenyataan bahwa konsep harapan hanyalah sebagai angan membuatmu terlihat penuh kehidupan! Menjalani segala takdir ( jika kau percaya tentangnya) dan menikmati setiap detiknya secara berkelanjutan, melupakan segala bentuk harapn kosong yang terlalu berlebihan. 

Berharap itu bukanlah kesalahan, aku juga berharap kau bisa memahami segala bentuk tulisan yang telah kutuang, tapi berlebih dalam menganggapnya itu sesuatu yang salah. Aku tak pernah berharap kau memahami tulisanku lalu menjalani segala hal didalamnya, aku tidak pernah berharap sejauh itu, semoga saja yang kutulis dapat menemani waktu kosongmu dengan membaca, daripada melamun membayangkan sesuatu yang terlalu indah.

Mari menjalani realita dengan menggaungkan sedikit saja bumbu harapan, merasakan bahwa rasa kecewa datang secara berkala tanpa pernah bisa dilewati. Membuka lembaran baru jika telah usang, mengisinya dengan sedikit harapan dibagian awal dan menjalani kenyataan dengan keyakinan bahwa segalanya akan dilalui dengan atau tanpa harapan yang berlebihan.


Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga
30092022/11.27


 




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Page of Journey: Arketip Mahasiswa Akhir

Mindwalker: Pengabdian KKN Dalam Perspektif Marxisme

Page of Journey: Semester 6