Page Of Journey: New Chapter Of Life

 

Babak baru telah terbuka, membiarkan fahrush ini masuk kedalamnya untuk menjalaninya, dan selalu sama dengan babak-babak sebelumnya, harus jauh dari orang tua dan kampung halaman. Fahrush bukan sekali ini mengalami distraksi akan tempat tinggalnya, ia sudah lama berpindah-pindah dari banyak kasih sayang orang disekelilingnya, dan semuanya adalah tokoh sampingan dari banyak chapter yang Fahrush telah lalui.

Dan sampailaj ia kini ditahap yang lebih daripada tahap-tahapan sebelumnya, merantau ke tempat yang lebih jauh lagi dari kampung halamannya, sendirian tanpa teman-teman yang telah dikenalnya. Fahrush kini seorang diri kembali, mereset segala perkenalan dengan masa lalunya dan mulai membaur dengan lingkungan yang sepenuhnya asing baginya, teman yang baru, pola aktivitas yang baru, serta joke yang baru. Fahrush memiliki kemampuan mimikri, tapi bukan seperti bunglon yang menyamar, melainkan dapat berbaur dengan lingkungan sekitarnya dengan cepat dan taktis. Cara ini yang selalu ia jaga dalam setiap pertemuan dengan suatu hal yang baru baginya agar ia terhindar dari sifat dan pola membosankan bernama introvert. Bagi Fahrush, menjadi introvert adalah hal yang membosankan, karena seringkali ia melihat orang-orang introvert hanya diam saja tanpa keseruan. Tapi menjadi introvert juga tak masalah, karena kebebasan berkehidupan adalah hak setiap manusia, ini hanya pandangan sepintas dari seorang Fahrush.

Kini ia telah menjalin hubungan baru, beraliansi dengan banyak individu yang beragam, mulai yang bodoh sekali sampai over pinter telah ia dapatkan perhatiannya. 




 Gambar diatas adalah salah satu contohnya, sungguh amat menyenangkan bukan?

Tapi tetap saja setiap chapter yang baru, tantangan akan selalu menyertai. Kali ini bukan lagi tantangan bangun shubuh untuk pergi jamaah ke masjid, yeah walapun itu masih jadi sebuah tantangan lama, tapi kali ini ia dihadapkan dengan keadaan yang harus dihadapinya bernama KEDEWASAAN. 

Merasa dewasa saja tak cukup, karena seringkali dewasa tak bisa dipatok dengan umur, tapi kedewasaan adalah bagaimana cara bersikap sesuai dengan pola dan norma yang telah berlaku, baik dalam individu maupun dalam komunitas. Menjadi dewasa itu mudah, namun menjalani kedewasaan adalah suatu hal yang sangat susah baginya, karena dunia dewasa ia harus lebih berpikir keras dalam menentukan langkah yang ia pijak selanjutnya. Tak ada yang akan mengingatkannya saat ia salah, tak ada pendampingan seperti masa kanak-kanak, tak ada kebebasan tanpa batas seperti dulu lagi. Menjadi dewasa juga berarti merubah pola pandang terhadap dunia ini, memandang resiko serta keuntungan dari segala yang ada. 

Jika ingin memilih, maka menjadi anak kecil adalah yang hal paling Fahrush inginkan, karena kebahagiaan yang ada di dunia anak kecil tak serupa dengan arti kata bahagia dalam kedewasaan. Ketakutan akan kegagalan mencapai impian hingga beban yang diberikan orang tua selalu menggelayut dalam benak seorang Fahrush, Ia sekarang harus berjalan tanpa lagi genggaman tangan ayah ibunya. menangani masalahnya sendirian, dan berkendara dengan kabut pikiran di pikirannya.

So, this is the new chapter of life milik Fahrush, seorang hamba yang kini menjadi aktor kehidupan yang baru. Jalan telah dibentangkan, garis telah ditentukan, waktu akan selalu dihidupkan, keyakinan harus selalu ada dan harus segera ditunaikan.

New Chapter of Life Begin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Page of Journey: Arketip Mahasiswa Akhir

Mindwalker: Pengabdian KKN Dalam Perspektif Marxisme

Page of Journey: Semester 6