Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Page Of Journey: Teater Pandora Dan Semua Di Dalamnya (Fahrush Dan Phillip)

Gambar
  'Aku pasti akan sangat menyesal jika mengantarmu pada keputus-asaan yang berakibat kematian, padahal hidupmu adalah sebuah anugerah yang harus kau syukuri, Tuan!' [Fahrush] Sepenggal kalimat yang kuingat dalam bertutur-tutur kata yang telah kuhafalkan dalam naskah pementasan teater nestapa sang raja. Beberapa yang lainnya mungkin telah menjalani proses improvisasi dari kesadaranku dan Phillip karena tak mungkin semuanya harus merunut kedalam teks yang baku itu, sungguh memuakkan jika semuanya harus mengikuti suara sutradara. Ramuan dalam naskah tersebut seringkali bergonta-ganti semaunya saja, tak ayal banyak juga part yang seharusnya 'ada' dalam pementasan, harus dicoret demi melanggengkan jam terbang yang telah disepakati sebelumnya. [Phillip] Ada satu scene bersama Pak Tua, tapi sutradara itu seenaknya membuangnya. [Fahrush] Kelamaan, tolol! Maka dari itu dihapus. [Phillip] Apa susahnya mengikuti yang sudah ada? [Fahrush] Kau diam sajalah! Belum kuceritakan  Pandor...